Laman

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

29 Januari 2011


Bantuan Diserahkan, Ny. Hj.Erlinda Syamsu Rahim Resmikan Posdaya Lembang Jaya


Lembang Jaya--Bersamaan diresmikannya pencanangan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Kecamatan Lembang Jaya di Jorong Rawang Abu Nagari Koto Laweh, oleh ketua TP-PKK Kabupaten Solok Ny. Hj, Erlinda Syamsu Rahim, Selasa (25/1), Bupati setempat Syamsu Rahim sekaligus menyerahkan bantuan modal usaha sebesar 100 juta rupiah guna menguatkan Desa Mandiri Pangan (Demapan) Jorong Rawang Abu Nagari Koto Laweh.

Menyertai penyerahan bantuan tersebut, Syamsu Rahim memmotivasi masyarakat untuk memaksimalkan penggunaan Bantuan Sosial untuk encpai kemandirian.

Dijelaskan Bupati Solok, hakiki kemandirian yang akan diwujudkan bukanlah semata-mata mendorong masyarakat untuk memproduksi dalam skala besar. Namun bagaimana masyarakat diberdayakan untuk mencari dan membuat komoditi pangan alternatif. Sehingga apabila terjadi kelangkaan beras seperti saat ini, masyarakat tidak selalu tergantung kepada beras, tapi mampu mengolah bahan-bahan pangan alternatif lainnya.

Selain itu, imbuh Syamsu Rahim, masyarakat bersama lembaga-lembaga yang ada harus pula mampu menguatkan kepatuhannya terhadap komitmen yang dibuat. Karena tanpa itu, maka apapun program pemerintah tidak akan mampu berkembang di tengah-tengah masyarakat. "Selama ini masyarakat selalu menilai bantuan pemerintah ini sebagai hibah dan bantuan langsung lainnya. Akibatnya bantuan itu jangankan berkembang, tapi malah semakin berkurang nilainya. Sehingga tidak dapat digulirkan ke masyarakat yang lain", ujar Syamsu Rahim.

Karena alasan itu, bupati serta merta menghimbau masyarakat agar merubah paradigma berfikir  dari pemenuhan kebutuhan sesaat menjadi usaha pembangunan usaha yang berkelanjutan.
Sekaitan dengan pencangan Posdaya Masyarakat, Ketua TP PKK Kabupaten Solok, Erlinda Syamsu Rahim, S.Sos Erlinda berharap supaya Posdaya di Kecamatan Lembang Jaya  mampu menaungi dan memfasilitasi berbagai lembaga sosial yang ada di nagari, seperti PKK, posyandu, kelompok dasawisma dan organisasi perempuan lainnya.

Hal itu ditenkankan lantaran pertumbuhan jumlah penduduk yang tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas penduduk dapat menimbulkan kemiskinan dan akan menjadi beban bagi keberhasilan pembangunan. Karena itu, kata Erlinda, program Posdaya merupakan salah satu alternatif upaya penguatan fungsi keluarga secara terpadu.
“ Kepada pengelola Posdaya Nagari dan Kecamatan Lembang Jaya umumnya, diharapkan bisa membangun kemitraan dan silaturahmi dengan segenap lembaga di masyarakat nagari,” anjurnya..

Pada kesempatan tersebut, Bupati Solok sekaligus mencanangkan Desa Mandiri Pangan (Demapan) Jorong Rawang Abu Nagari Koto Laweh melalui kelompok Tunas Linjuang. Dikosentrasikannya Jorong Rawang Abu, kecamatan Lembang Jaya sebagai Demapan, menurut Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Solok, Netti Azhar, lebih disebabkan atas kenyataan data kerawanan pangan di Kabupaten Solok, Kecamatan Lembang Jaya merupakan salah satu wilayah yang terindikasi rawan pangan. Karena itu, melalui program pemerintah pusat ini, pemerintah daerah menetapkan Kecamatan Lembang Jaya sebagai penerima program Demapan 2010 yang realisasinya tahun 2011 ini. Dikatakan, kepada kelompok akan diserahkan bantuan modal usaha sebesar 100 juta rupiah.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Propinsi Sumatera Barat yag diwakili Mihdad Hurya, menguatkan, sejak diluncurkan tahun 2006 lalu, Kabupaten Solok telah menerima 7 kali program Demapan. Selama kurun waktu lima tahun ini, Kabupaten Solok telah menerima bantuan sosial Demapan sebesar 700 ratus juta.
 Mihdad Hurya menyebutkan, sesuai proposal yang disampaikan, kelompok penerima Bantuan Sosial Demapan ini akan melakukan usaha-usaha peternakan, perikanan dan perdagangan, karenanya, Mihdad mengharapkan fasilitasi dan dorongan pihak-pihak/instansi terkait untuk memberdayakan kelompok ini. Sehingga pada akhirnya kemandirian kelompok khususnya dan masyarakat umumnya akan dapat terwujud.-

22 Januari 2011

Demokrat TIdak Intervensi Penempatan Pejabat

Arosuka--Partai pengusung Demokrat Kabupaten Solok, sebagai partai koalisi dalam pemenangan Bupati Syamsu Rahim - Wakil Bupati Desra Ediwan AT, pada Pilkada lalu, menyatakan tidak akan melakukan intervensi dalam menempatkan pejabat, terutama sekali pengisian organisasi perangkat daerah (OPD) yang dilakukan Januari 2011 ini. Partai lebih memilih dan bersikap menyerahkan sepenuhnya kepada pemimpin daerah itu. "Siapa yang diberi jabatan dan siapa yang duduk dalam OPD nanti, kami dari partai tidak ikutcampur. Sebab, itu merupakan hak prerogatif kepala daerah, sebagai pemimpin daerah," kata Ketua Partai Demokrat Kabupaten Solok, Asrul Tanjung S.Ag., di Arosuka, Rabu (12/1). Menurutnya, partai lebih banyak mengawal pemerintahan bupati dan wakil bupati. Tidak akan melakukan intervensi terlalu jauh, apalagi sampai membawa 'jagoan' untuk menduduki salah satu jabatan pada OPD yang baru saja ditetapkan sebagai Perda. Dikatakan, jabatan adalah amanah. Sehingga, yang patut memperoleh amanah tersebut tentu orang-orang yang kapabilitas, mempunyai dedikasi dan kualitas diri yang baik. Tidak saja itu, juga mempunyai pola pikir dan mental yang sehat guna membangun daerah serta memajukan daerah di masa mendatang."Siapa saja tidak ada soal untuk duduk dalam jabatan tersebut. Baik eselon II, III dan IV. Asalkan, punya kelebihan diri dan cakap sekaligus profesional di bidang. Kabupaten Solok membutuhkan figur pejabat yang berkualitas. Bukan figur asal bapak senang (ABS)," tukuk Asrul. Gonjang ganjing akan dilakukannya mutasi besar-besaran di kantor bupati santer terdengar. Malah, upaya nol kilometer diawali pada Januari. Pejabat yang tidak berkemampuan, siap-siap saja mundur. Dari pada dilengserkan, lebih baik instrospeksi diri. Daerah sangat membutuhkan pejabat yang bisa membawa perubahan bagi Kabupaten Solok untuk masa lima tahun mendatang."Kalau saya berpendapat, pertahankan saja pejabat yang ada itu. Tidak usah makan korban lagi," timpal Hendri Dunant, Anggota Komisi A DPRD itu. Katanya, mempertahankan pejabat yang ada tetap mengukur kinerja pejabat dimaksud. Bila dinilai mampu, kenapa mesti dibuang atau non job. Karena, proses karier seorang pejabat dalam sistem pemerintahan bukanlah semudah membalik telapak tangan. Ada aturan mainnya. Misalnya, mempunyai golongan, pangkat dan berbagai persyaratan lain semisal sertifikat atau jenjang karier bagi seorang PNS. "Kalau bagus, lebih baik dipertahankan. Tak bagus, baru diganti. Tapi, jangan melakukan pergantian lantaran pertimbangan emosi atau kedekatan. Karena, akan berimbas bagi kemajuan daerah. Mau cepat maju, pakailah pejabat yang muda dan enerjik. Tapi, kalau tidak, saya tidak berkomentar lagi lah," sebut politisi yang terkenal kritis itu.

Beras Mahal, Pupuk Payah

Arosuka--Harga beras yang kini terus merangkak naik, disambut gembira sejumlah petani di Kabupaten Solok. Naiknya harga kebutuhan pokok tersebut, otomatis berdampak pula pada produksi dan harga gabah. Sayang, harga gabah naik, sementara perolehan pupuk, khususnya pupuk bersubsidi masih saja tergolong payah dan mencekik harganya. Kini, harga gabah di tingkat petani berkisar Rp7.400 per sukat. "Harga gabah di tingkat petani berkisar antara Rp7.400 sampai Rp9 ribu per sukat. Tergantung jenis berasnya. Kalau beras sokan asli Solok, tergolong mahal," kata Yemrizon, salah seorang petani di Talang, Selasa (11/1). Menurutnya, harga beras yang melambung naik membuat harga gabah naik juga. Ini sudah jelas menjadi hukum ekonomi dan bersifat sementara waktu. Walau, kemarin harga cabai naik pula harganya, sekarang giliran harga beras yang mencekik. Kenaikan harga beras memicu petani untuk turun ke sawah guna memelihara dan mempercepat masa panennya. "Berbicara harga gabah yang menggembirakan itu, kami petani masih juga berharap terutama kepada aparat pemerintahan kabupaten, bagaimana memperoleh pasokan pupuk bersubsidi. Kalau pupuk kurang akan berpengaruh pada produksi dan kualitas padi. Untuk itu, tolonglah kami petani ini," pintanya lagi. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Ir. Darman ketika ditanya menyatakan, harga gabah yang terjadi di daerah itu, masih terbilang normal dan tidak begitu menunjukkan kenaikan harga yang signifikan. Katanya, harga gabah masih belum begitu menguntungkan kepada petani. Sebab, yang terjadi sekarang ini, baru harga beras. Sedangkan, harga gabah tidak terlalu mencolok dalam eskalasi kenaikan harga. Untuk Kabupaten Solok, sambung Darman lagi, ada sekitar 23.361 hektare lahan pertanian. Dengan produksi padi 310.233 ton per tahun. Dari lahan itu, semuanya belum bisa dikatakan sedang masa panen. Karena, masa petani turun ke sawah juga bervariasi dan terkesan tidak serentak.

BPM Harus Berbenah DirI

Arosuka--Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kabupaten Solok harus berbenah diri dan lebih membuka diri. Sebab, banyaknya masalah PNPM dan dana revolving yang terjadi selama tahun 2010, meminta langkah dan inisiatif untuk memperbaiki diri, terutama sekali dalam medio tahun 2011 ini. Untuk itu, BPM lebih kreatif dan inisiatif dalam menyikapi masalah yang terungkap tersebut. Demikian harapan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Solok, Patris Chan SH usai melakukan pertemuan dengan pejabat BPM Kabupaten Solok, beberapa waktu lalu. Menurut Patris Chan, banyaknya masalah yang ditemukan pada PNPM dan pengguliran dana revolving jelas menjadi bumerang nantinya bagi perkembangan daerah. PNPM dan revolving merupakan program nasional yang patut disukseskan dan didukung semua stakeholder yang ada. "Kalau bisa kita belajar ke daerah lain seperti Kota Payakumbuh yang mana penyaluran dan sistem pendistribusian serta manajemennya terbilang baik. Apa salahnya kita meniru kalau itu membawa kebaikan pada kita," tutur mantan Walinagari Cupak ini di Arosuka, Selasa (18/1). Ditambahkan, masalah PNPM khususnya di Kecamatan X Koto Diatas memerlukan penanganan bersama. Begitu juga dana revolving sekitar Rp300 juta masih berada pada kelompok dan anggota masyarakat. Dana itu macet dan belum bisa dicicil kelompok diduga karena belum bagusnya sistem yang dimiliki. Sehingga, terjadi kemacetan dalam pengembalian uang negara itu. Sementara, dana tersebut digulirkan untuk membantu masyarakat agar bisa tingkat kesejahteraannya jadi baik. "Kita akan ke Kota Payakumbuh melakukan tukar informasi sekaitan masalah PNPM dan revolving. Kita juga akan melibatkan BPM Kabupaten Solok," imbuh Patris Chan. Dana revolving hampir bermasalah di semua nagari di kabupaten ini. Umumnya, persoalan muncul karena ketidaksiapan sistem dan petugas dalam mengucurkan dana itu. Diharapkan, tahun ini tidak ada lagi masalah serupa mengemuka.

Kasus Cerai Tinggi di Kab. Solok

Solok--Kasus perceraian dua tahun terakhir di Kabupaten Solok terus menunjukkan peningkatan signifikan. Tingginya kasus ini lantaran masalah ekonomi menjadi pemicunya. Akibatnya, rumah tangga disharmonisasi serta berujung cerai di pengadilan agama.
"Yang banyak menggugat cerai adalah sang istri. Penyebabnya, suami dituding tak mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga," sebut Ketua Pengadilan Agama Negeri Kabupaten Solok, Drs. H. M. Nasir S. MHI., di Kotobaru, Selasa (18/1). Dikatakan, peningkatan kasus perceraian terjadi sekitar 50 persen dibandingkan dengan tahun 2009 dan 2010 lalu. Peningkatan itu merupakan ancaman serius terhadap keutuhan rumah tangga, apalagi yang melakukan gugat adalah kaum istri atau ibu-ibu. Ini juga menjadi persoalan serius bagi suami yang dinyatakan tidak mampu menafkahi rumah tangganya..

“Terjadinya perceraian erat kaitannya dengan masalah kemiskinan," tutur M. Nasir menambahkan.

Dijelaskan, persoalan ekonomi yang semakin hari terus semakin meningkat menjadi beban bagi kehidupan rumah tangga. Terlebih lagi, kemiskinan dapat pula dikatakan sebagai biang dari munculnya masalah cerai. Selain itu, suami belum mampu menggenjot kebutuhan rumah tangga, sehingga istri mengajukan gugatan cerai, apalagi biaya hidup yang kian tinggi.

Di samping itu, perceraian akibat kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tidak begitu menonjol. Begitu juga penyebab lain seperti masalah perselingkuhan tidak begitu dominan menjadi pemicu cerai.

Yang paling dominan justru masalah ekonomi tadi. Bila diperkirakan, 70 persen kasus perceraian adalah murni akibat ekonomi. Kemudian, 20 persen merupakan kasus KDRT dan 10 persennya lagi lantaran kasus biasa seperti campur tangan pihak ketiga.

"Tahun 2009 ada 290 kasus cerai. Tahun 2010 naik menjadi 416 kasus. Diharapkan, tahun ini kasus perceraian bisa ditekan jumlahnya. Ini harapan kita," pintanya.

Sebelum Dipindahkan, Hitung Aset Panti Andam Dewi

Arosuka--Persoalan pemindahan Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Andam Dewi, Sukarami, Kabupaten Solok, harus disikapi Pemkab dengan secara sungguh-sungguh. Bila perlu, Pemkab lebih proaktif menyikapinya. Sebelum pemindahan dilakukan, sebaiknya Pemkab menghitung semua nilai aset PSKW Andam Dewi dan setelah itu baru dilakukan teknis bagaimana cara pemindahan dan pembiayaannya. "Menghitung aset panti harus dilakukan dulu. Kemudian, baru menghitung pula anggaran lokasi baru. Kalau ada selisih, maka kita akan carikan jalan keluarnya," tutur Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sumbar, Israr Jalinus di Arosuka, baru-baru ini. Dijelaskan, aset panti sangat besar sekali. Ini patut kita hargai dan harus dihitung supaya ada kejelasannya. Pentingnya menghitung aset tersebut, akan memudahkan proses bagi kelanjutan pembangunan PSKW Andam Dewi. Untuk itu, diminta kepada Pemkab Solok, dalam hal ini Asisten I Setdakab Suardi Batubara mencermati dan melakukan koordinasi dengan jajaran dinas terkait."Jangan asal berkomentar saja," imbuh Israr menambahkan. PSKW Andam Dewi adalah UPTD Dinas Sosial Provinsi Sumbar. Asetnya jelas menjadi aset provinsi. Keberadaan panti tersebut, sebetulnya tidak menjadi persoalan jika tidak terjadi pengembangan ibukota kabupaten. Persoalan panti juga sudah lama dan belum juga menuai jalan keluarnya. Diharapkan, dengan adanya gerakan cepat Pemkab Solok, pemindahan panti bisa segera direalisasikan. Apalagi, sudah terbentuknya tim kecil yang dibentuk Pemprov Sumbar, beberapa waktu lalu.

OP Jangan Sebatas Pelepas Tanya

Arosuka--Meski Pemkab Solok tengah menggelar operasi pasar (OP) di sejumlah nagari, namun pelaksaan operasi tersebut masih dinilai belum menyentuh semua nagari. Malah, OP baru sebatas pelepas tanya saja, sehingga warga yang berada di nagari tersuruk belum menerima dan menikmati layanan OP itu. Demikian dikemukakan Ketua DPRD Solok, Syafri Dt. Siri Marajo di Arosuka, Jumat (21/1). "OP sudah digelar, tapi belum merata. Mestinya, Pemkab bersama jajarannya melakukan OP juga di nagari-nagari yang sulit diakses. Karena, warga yang merasai sekali itu berada di nagari-nagari yang terisolir," kata politisi Golkar ini. Disebutkan, OP baru dilakukan di Pasar Talang, Cupak, Guguak dan Surian. Sementara, di nagari lain yang patut diprioritaskan untuk dilaksanakan OP belum dilakukan sampai sekarang. Sejatinya, Pemkab lebih mengutamakan di nagari seperti di Sirukam, Tigo Lurah, dan nagari lainnya," tegas Dt. Siri. OP seperti beras, gula, dan kebutuhan sembako lainnya memang menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Apalagi, harga kebutuhan itu sekarang harganya melonjak tajam. Akibatnya, warga tapakiak dengan adanya lonjakan harga yang begitu tajam. Dengan adanya OP, setidaknya bisa membantu dan meringankan beban masyarakat, terutama sekali masyarakat miskin. Kabupaten Solok masih memiliki warga miskin. "Di daerah ini masih banyak warga miskin kita. Harusnya, OP lebih diprioritaskan kepada nagari yang angka kemiskinannya cukup tinggi," pinta Dt. Siri menambahkan. Untuk itu, diimbau OP lebih memetakan terlebih dahulu supaya pelaksanaannya tepat sasaran. Lagi pula, OP digelar untuk lebih membantu keluarga kurang mampu. Kapan perlu, OP merata diberlakukan di nagari-nagari. Di samping itu, kepala dinas diimbau untuk turun ke bawah serta mengamati kondisi masyarakatnya. Tidak zamannya lagi seorang pejabat duduk di belakang meja dan bergaya-gaya di kursi empuknya. Namun, lebih didambakan jemput bola agar mengetahui betul kondisi yang sedang dialami masyarakatnya."Jangan pejabat terkait seperti Dinas Koperindag, Pertanian, Bagian Perekonomian duduk-duduk saja. Tapi, betul-betul turun ke bawah," sebutnya.

21 Januari 2011

Sudah Saatnya Kab. Solok Miliki Terminal

Arosuka--Sudah saatnya Kabupaten Solok miliki terminal representatif yang bisa mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD) bagi Pemkab setempat. Terminal tidak saja untuk bus umum, tapi juga disediakan bagi terminal truk bermuatan berat atau sedang, sehingga pengawasan barang dan muatan akan lebih terkendali. "Terminal sangat penting bagi kita. Kawasan Talang sangat cocok sekali untuk didirikan terminal," kata Drs. Nazar Bakri, Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Solok di Arosuka, Rabu (19/1).

Dijelaskan, selama ini terminal kabupaten bergabung di Kota Solok, yakni Terminal Bareh Solok. Sementara, terminal punya Pemkab belum ada sampai sekarang. Sehingga, kendaraan yang lalu lalang baik jenis bus, truk maupun kendaraan angkutan barang lainnya terkesan melintas saja di daerah ini. Padahal, bila sudah ada terminal banyak manfaat yang bisa diraup bagi kepentingan daerah dan masyarakat."Paling tidak bisa untuk pendapatan daerah," kata Nazar menambahkan.

Selain itu, mendesaknya keberadaan terminal juga menjadi suatu kebutuhan. Kepadatan arus dan lalu lintas di sepanjang jalan daerah ini memerlukan pengawasan dan pengontrolan yang ekstra. Karena, truk pengangkut batubara, CPO, dan lainnya harus ditertibkan, terutama soal jumlah tonase yang kerap kali melebihi jumlah dari ketentuan.

Di samping itu, terpal sebagai pelindung muatan yang digunakan terkadang dilakukan secara asal-asalan. Akibatnya, muatan yang diangkut seperti batubara masih saja terlihat berserakan di jalanan. Ini sangat mengganggu dan membahayakan bagi keselamatan pengguna kendaraan lainnya."Salah satu fungsi terminal itu nanti, ya untuk mengecek semua kondisi truk. Mulai dari muatan yang diangkut sampai pengaman berupa terpal. Pokoknya banyak gunanya," imbuhnya.***

Rp 1 Miliar Untuk Convention Hall

Arosuka---Komitmen Pemerintah Kabupaten untuk mengembangkan sektor kepariwisataan disambut positif oleh Pemerintah Propinsi Sumatera Barat. Sambutan itu terbaca dari alokasi dana pengembangan infrastruktur convention hall Danau Diatas sebesar Rp 1 Miliar.

“ Dana itu dialokasikan dalam APBD Sumbar tahun 2011 guna renovasi fasilitas Convention Hall, seperti cottage dan villa-vilay yang ada, “ ujar anggota DPRD Sumbar Ir. Israr Jalinus ketika ditemui di gedung DPRD Kabupaten Solok di Arosuka, Rabu (19/1).

Menurut Anggota Komisi III Bidang Pembangunan yang juga ketua Fraksi PAN di lembaga DPRD Sumbar ini, bidang kepariwisataan di Sumatera Barat, terutama di Kabupaten Solok memiliki potensi yang besar. Kekayaan alam dan segala bentuk objek wisata itu merupakan asset yang harus dikembangkan melalui sentuhan pembangunan infrastruktur. Untuk tujuan itu, sebagai wakil rakyat asal pemilihan Solok, pihaknya senantiasa berjuang ditingkat propinsi agar kebutuhan pembangunan di daerah penghasil markisa itu terakomodir.

Ditemani anggota Komisi III lainnya, Ir, Bachtul dari Partai Bintang Reformasi (PBR), Israr Jalinus mengaku prihatin jika objek-objek wisata di kabupaten Solok tetap dibiarkan tanpa pengembangan yang lebih representative. Karena alasan itu, pihaknya berjuang memaksimalkan alokasi dana pembangunan pada APBD Sumbar tahun 2011 untuk pembenahan asset yang telah ada.

“ Semestinya tidak objek wisata Danau Kembar saja yang mendesak di kembangkan, juga objek lain di danau Singkarak. Tetapi lantaran dana pemerintah terbatas, kita kerjakan satu-satu dulu secara berkelanjutan, “ ulas Israr Jalinus.

Sementara itu, Kepala dinas Pariwisata Kabupaten Solok Drs. Jasman menyambut gembira atas dorongan dari pihak Pemprov, terutama kuatnya perjuangan anggota legislative asal daerah itu memperjuangkan anggaran pembangunan, terutama untuk kemajuan sektor kepariwisataa.

Dalam kerangka pikiran Jasman, dengan direnovasinya kompleks berikut sarana dan prasarana pariwisata di Danau diatas, pihaknya optimistis tingkat kunjungan serta volume hunian wisatawan di danau kembar akan semakin tinggi. Analisa demikian didasarkan atas suasana alam yang sejuk dipadu dengan kelengkapan infrastruktur kepariwisataan.

“ Sesuai kebijakan pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Solok, kita cenderung menyelesaikan pengembangan objek wisata itu satu-satu dulu. Artinya tidak semua objek itu harus di kakok, tetapi lebih fokus pada satu objek saja, sehingga hasilnya bisa maksimal,” sebut Jasman menyudahi.***

20 Januari 2011

Lebih Rp 100 Miliar APBD Sumbar Bakal Mengalir ke Kabupaten Solok

Arosuka---Sedikitnya sebanyak Rp 100 Miliar dana APBD Propinsi Sumbar tahun 2011 bakal mengalir ke Kabupatenb Solok untuk membiayai berbagai kekgiatan strategis seperti normalisasi Batang Lembang, pembenahan sejumlah irigasi dan pembangunan prasarana jalan.“Kegiatan pembangunan fasilitas umum itu ada yang dikerjakan di tahun jamak, seperti pengerjaan jalan dan jembatan, pasar, jalan lingkungan serta irigasi, “ ungkap Ir. Israr jalinus, anggota Kommisi III DPRD Propinsi Sumbar.

Ditemui saat berdialog dengan anggota DPRD Kabupaten Solok di Arosuka, Rabu (19/1), anggota Komisi III yang juga ketua Fraksi PAN DPRD Sumbar asal pemilihan Kabupaten Solok itu menyebutkan, sebanyak Rp 8,9 Miliar dari anggaran itu diperuntukkan bagi pengembangan jalan lingkungan yang menyebar di beberapa nagari di kabupaten Solok. ” Rincian alokasi dana tersebut untuk pengembangan air bersih dan pasar nagari sebanyak Rp 7 Miliar, serta pembangunan pusat kegiatan generasi muda Rp 700 juta dan air bersih bukit gompong.Rp 250 juta,” jelas Israr Jalinus yang juga mantan anggota DPRD kabupaten Solok sembari menyebutkan pasar nagari yang mendapat prioritas adalah Cupak, Sirukam dan nagari Guguak, kecamatan Gunung Talang.

Anggota komisi III bidang pembangunan DPRD Sumbar itu menyebutkan dana tersebut telah dianggarkan dari hasil evaluasi Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). Dana sudah terlanjur diangarkan, sedangkan petunjuk kemendagri menyebutkan bisa dialokasikan dalam bentuk bantuan keuangan khusus untuk kab. Solok Solok ” Karena alasan itu tender kegiatan nantinya dilakukan di kabupaten Solok, tetapi pencairan dana dari Propinsi secara bertahap, “ jelas Israr Jalinus

Ketua Fraksi PAN itu menjlaskan, bahwa kegiatan yg dananya berasal dari keuangan bersifat khusus ini, apabila belum dianggarakan dalam penetapan perda APBD, dapat dilaksanakan mendahuli penetapan peraturan daerah tentang perubahan APBD dengan cara menetapkan peraturan kepala daerah tentang perubahan penjabaran APBD dan memberitahukanya kepaada pimpinan DPRD. Kemudian menyusun RKA (Rencana Kegiatan Anggaran) SKPD dan mengsyahkan DPA SKPD sebagai dasar pelaksanaan APBD.“ Hal ini nanti disampiakan dalam laporan realisasi anggaran apabila daerah telah menetapkan perda tentang perubahan APBD atau tidak melakukan perbahan APBD sama sekali, “ jelas.

Sedangkan kegiatan strategis lainnya, disebutkan Israr dan Bachtul seperti normalisasi Batang Lembang di Sumani. Kemudian alokasi dana di PSDA Propinsi Sumbar sebanyak Rp 25 milyar tahun jamak untuk perbaikan embung Limpato, jorong Gando nagari Gaung Kecmatan Kubung sebanyak Rp 9,5 miliar. Selanjutnya pengerjaan irigasi Bukit Tandang Rp 1,25 miliar, serta irigasi Banda Laweh yang mampu mengairi areal sawah seluar 3000 hektar.

“ Untuk mefungsikan kegiatan irigasi ini, pihak pemkab. Solok diminta membuat disain pekerjaannya, “ sebut israr Jalinus menyudahi. -

Syamsu Rahim: Kuatkan Musyawarah Untuk Mencapai Mufakat

Bukit Kandung--Babaliak banagari mencerminkan sikap dan perilaku untuk babaliak bamusyawara. Konsep kembali ke nagari dan berpemerintahan nagari merupakan upaya untuk mengembalikan nilai-nilai luhur adat minangkabau sesuai jati dirinya. Diantara nilai-nilai adat minangkabau itu adalah musyawarah untuk mufakat

Demikian disampaikan Bupati Solok, Syamsu Rahim ketika membuka musyawarah tungku tigo sajarangan, tali tigo sapilin, di Nagari Bukit Kanduang, Kecmatan X Koto Diatas,Selasa (18/1).

Dikatakan, nilai-nilai musyawarah yang menjadi identitas masyarakat di nagari sudah banyak yang ditinggalkan. Ia menengarai hampir di tiap nagari, masing-masing lembaga adatnya berjalan sendiri-sendiri. Akibatnya hubungan antara tungku tigo sajarangan, tali tigo sapilin di nagari menjadi kurang harmonis.

“Pemerintah Daerah sangat mendorong setiap nagari kembali menerapkan nilai-nilai musyawarah dalam setiap kegiatan maupun penyelesaian permasalahan di nagari, salah satunya melalui musyawarah tungku tigo sajarangan, tali tigo sapilin ini”, ujar Syamsu Rahim.

Bupati Solok ini juga melihat realita yang terjadi pasca pemilihan kepala daerah beberapa waktu lalu, yang cenderung meningggalkan beberapa persoalan di nagari. Salah satunya terjadi perpecahan dan perbedaan pendapat dikalangan unusur nagari karena perbedaan pilihan. Karena itu, harap Syamsu Rahim, saatnya sekarang semua perbedaan itu dihapuskan dan satukan tekat bersama-sama membangun Kabupaten Solok lebih baik ke depan.

Disebutkan, dibeberapa masyarakat di nagari cenderung membicarakan persoalan nagarinya di lapau-lapau. Sehingga pembicaraan itu hanya berbuah membicarakan aib seseorang tanpa ada jalan keluarnya. “Musyawarah tungku tigo sajarangan tali tigo sapilin di nagari diupayakan mampu menggali berbagai persoalan yang ada di nagari, menginventarisir kebutuhan masyarakat di nagari untuk bersama-sama mencarikan jalan keluarnya bersama-sama pula”, imbuhnya.

Buah Naga

Sementara itu, Walinagari Bukit Kandung, Amrizal mengungkapkan kondisi kekinian nagari yang bertetangga langsung dengan Kabupaten tanah Datar itu. Sebagai salah satu nagari tertinggal di Kabupaten Solok, ujar Amrizal, Nagari Bukit Kanduang selalu mengharapkan alokasi pembangunan, baik fisik dan non fisik seperti kegiatan penguatan ekonomi masyarakat.

Nagari Bukit Kandung, seperti halnya sebagian besar nagari di Kecamatan X Koto Diatas berlahan tandus. Karenanya, menurut Amrizal, program pengolahan lahan tidur yang mencapai ribuan hektar ini dapat difasilitasi Pemerintah Kabupaten Solok.

“ Saat ini sebuah komoditi unggulan telah mulai diupayakan oleh salah seorang masyarakat, yakni perkebunan buah naga seluas 2 hektar dan saat ini sudah panen, “ terang Wali Nagari Bukit Kandung itu.

Amrizal mengungkapkan, dari pengalaman berkebun, ternyata usaha budidaya buah naga sangat cocok di Nagari Bukit Kandung. Buktinya sebuah lahan masyarakat yang membudidayakan buah naga dapat berkembang dan berproduksi dengan baik. Masyarakat berharap pemerintah kabupaten Solok dapat mendorong mengembangkan komoditi buah naga ini di Bukit Kandung.. -

14 Januari 2011

Kapal Pesiar The Odessey Amerika ‘Merapat’ di Nagari Cupak

Wisatawan Menumukan Keniscayaan Melihat Tradisi Yang Orisinal

Solok--Sebanyak 110 orang wisatawan dari mancanegara yang menumpangi kapal pesiar Amerika The Odessey menemukan keniscayaan di Kabupaten Solok. Atmosfir demikian tercipta manakala masyarakat nagari Cupak menampilkan berbagai atraksi kesenian dan budaya tradisonal yang beraroma Minangkabau.

“ Wisatawan mancanegara itu umumnya merasa takjub karena menyaksikan prosesi alek bararak nagari Cupak,kecamatan Gunung Talang yang irisinal, “ kata Hendrianto seraya membuka komunikasi dengan sejumlah pelancong tersebut. Hendrianto sendiri adalah pegawai Dinas Pariwisata kabupaten Solok yang dikenal menguasai bahasa Inggris cukup aktif membantu sejumlah orang untuk membantu komunikasi dengan para turis tersebut.

Para pelancong yang berasal dari berbagai kultur di belahan dunia itu tiba di nagari Cupak sekitar pukul 10.00 WIB dengan mengendarai 4 armada pariwisata. Mereka disambut oleh Bupati solok Syamsu rahim dan ketua TP-PKK setempat Ny. Erlinda Syamsu Rahim, ketua DPRD Syafri Dt. Siri Marajo serta sejumlah kepala SKPD.

Masayrakat kabupaten Solok praktis ikut keluar dan berkosentrasi di sepanjang jalan antara depan Kantor Wali Nagari Cupak dengan kediaman Hasan basri, mantan Bupati Solok itu.

Sesuai agenda yang telah dijadwalkan, para turis yang rata-rata berusia senja itu selain menyaksikan prosesi alek bararak nagari yang terkenal sangat kental dengan budaya tradisi itu, juga disuguhkan dengan peragaan silek dan tari diring siatas Talua.

“ Itu hal yang sangat orisinal. Dari berbagai tempat yang di kunjungi,kami menemukan sesuatu yang menakjubkan, “kata salah seorang pelancong yang mengaku berasal dari Jepang.

Penilaian yang sama disampaikan Willy, turis berkebangsaan Amerika berusia 61 tahun itu,seperti dialih bahasakan oleh Hendrianto, menyebutkan alam sumatera Barat dan kabupaten Solok umumnya masih segar dan alami. Suasana itu mendorong pihaknya mengabadikan berbagai objek bernuansa alam, seperti hamparan sawah menghijau yang terbentang indah di seberang jalan rumah gadang kediaman mantan Bupati Solok Hasan basri di Cupak.

Usai menyaksikan adat tradisional masyarakat Cupak, para pelancong kapal pesiar The Odessey itu diherak ke rumah kediaman Bupati solok di Arosuka. Sambil beristirahat dan makan siang saat ummat Islam melaksanakan Shalat Jum’at, para turis itu kemudian disuguhkan berbagai atraksi kesenian, termasuk permainan anak nagari Solok, Lukah Gilo.

Di fase ini, sejumlah turis mancanegara diperkenankan ikut mengendalikan lukah Gilo saat pawangnya membacakan mantera-mantera.

Histreria pelancong otomatis meningkat. Kembali ketakjuban dan keniscayaan mereka meluap di Kediaman Bupati Solok. Para pemandu atraksi kesenian tradiosional lukah gilo terlihat lebih bersemngat menampilkan keunggulan mereka.

“ Ini kesenian yang luar biasa, “ ucap Jenny sambil berteriak selepas memegang lukah gilo yang semakin liar.

Melalui pengalih bahasa Hendrianto, pelancong mancanegara itu sangat terkesan datang di kabupaten Solok. Mereka umumnya mengaku betah dan bahkan ingin datang kembali, tetapu entah kapan, katanya.***

06 Januari 2011

SMPN 6 Guntal Miliki 3 Mobil Sekolah

Solok--SMP (Sekolah Menengah Pertama) Negeri 6 Gunung Talang terus mengembangkan diri sebagai sekolah umum berbasis pesantren. Upaya ditempuh oleh praktisi pendidikan setempat dengan berbagai program terobosan, diantaranya melengkapi sarana dan prasarana serta penambahan volume pembelajaran.

Kepala SMP Negeri 6 Guntal H. Sakar Soeib S.Pd ketika ditemuid di Talang menyebutkan dukungan oleh orang tua murid untuk pembangunan pendidikan di sekolah itu cukup tinggi. Spririt itu sekaligus menjadi modal baghinya untuk terus berkreasi memajukan sekolah menjadi lembaga pendidikan berbasis pesantren.

“ Disamping melengkapi kebutuhan alat transportasi menuju sekolah dengan menambah armada mobil sekolah, kita juga mengedepankan program peningkatan keimanan dan ketaqwaan siswa melalui pelaksanaan shalat dhuha berjama’ah di sekolah, “ kata Sakar.

Pihaknya optimistis mengembangkan kualitas pendidikan melalui jalur keagamaan lantaran dukunga masyarakat sekitar, terutama komite sekolah dan orang tua siswa sangat tinggi. Buktinya secara bertahap SMP 6 Guntal secara bertahap terus melengkapi mobil sekolah agar mobilitas siswa tidak terhenti karena alasan kurangnya alat transportasi yang menempuh sekolah tersebut.

“ Kita sekarang telah memiliki 3 mobil sekolah yang siap saban waktu mengantar jeput siswa yang berrumah jauh dari keramaian lalu lintas, seperti Gantung Ciri, Jawi-Jawi, Cupak dan Talang, “ kata Kepala SMP yang penuh inovasi itu.

Disamping itu, pihak sekolah bersama Komite juga terus melakukan pemenuhan kebutuhan pendidikan anak dalam bidang keagamaan. Saban hari SMP N 6 Guntal melakukan shalat Dhuha berjama’ah bersama guru-guru dan pegawai sekolah. Sejalan dengan itu, juga dilakukan kegiatan ekstra dengan pengembangan bakat seni siswa melalui kegiatan kesenian gambus.

“ Banyak bakat anak yang perlu kita kembangkan di sekolah. Karena itu kita telah membeli alat keyboard sebagai pendukung kegiatan pendidikan seni bernuansa Islam, “ kata kepala SMP 6 Guntal ini.****

Kapolres Solok Ingin Wujudkan Obsesinya Membuka Drive Thru

Solok--Guna mendekatkan dan memudahkan pelayanan kepada masyarakat, Kapolres Solok AKBP Ali Absar Said memiliki obsesi membuka pelayanan Drive Thru bagi wajib pajak (WP) kendaraan bermotor. Inovasi itu lebih mempertimbangkan jarak dan efektifitas pemilik kendaraan sebagai Wajib Pajak (WP) ketika melakukan pembayaran pajak relative jauh di Lubuk Selasih

Drive Thru bagian peningkatan pelayanan Cepat, Mudah dan Memuaskan, selain pelayanan Samsat Keliling tetap kita berdayakan, “ kata Kapolres Solok Ali Absar Said ketika menjawab Singgalang di operation room Mapolres setempat di Lubuk Selasih, belum lama ini.

Kapolres solok mengatakan, untuk Pelayanan Samsat Kelinling telah di uji cobakan di dua kecematan di Kabupaten Solok, yakin Lembah Gumanti dan pantai cermin. Terbukti pelayanan yang dilakukan 2 kali dalam sebulan itu mendapat sambutan positif dari masyarakat yang ingin melunasi kewajibannya.

Tetapi terhadap sistim Drive Thru, masyarakat belum banyak mengetahui. Di kota kota besar di Indonesia banyak yang semua menggunakan pelayanan public Drive thru. Menurut Kapolres Solok yang didampingi Kasat Lantas setempat AKP Hamidi, SH, Drive Thru adalah layanan yang bersifat langsung antara petugas dan wajib pajak.

Kapolres Solok optimistis obsesinya bakal terwujud karena Drive Thru memberikan pelayanan cepat dalam mengurus sesuatu tanpa ada campur tangan pihak ketiga. Proses Drive Thru ini cukup mudah dan gampang karena tidak perlu harus mondar mandir kesana kemari untuk pengurusan pajak kendaraan, hanya menunjukkan KTP,BPKB,STNK yang sesuai dengan KTP pemilik Kendaraan, maka proses pengurusan memakan waktu relative singkat.

“ Sebagai tahap uji coba kita ingin membukanya di kawasan kecamatan Kubung. Lokasi yang kita tengarai sangat ideal berada di kawasan nagari Koto Baru, “ sambung Kapolres Solok Ali Absar said.

Terhadap obsesi Kapolres Solok itu, Wakil Bupati Solok Drs. Desra Ediwan yang ditanyai soal itu praktis menyambut baik adanya pelayanan Drive Thru dalam pengurusan pajak. Pemerintah Kabupaten Solok, kata Desra, cenderung mendorong terciptanya inovasi baru di daerah itu.

“ Kita berharap cita-cita Kapolres Solok ini cepat terealisasi dan sudah barang tentu masyarakat dapat memanfatkan pelayanan Drive Thru dengan baik, begitu juga pelayanan Samsat Keliling yang telah diuji cobakan di kecamatan Lembah Gumanti, “ harap Desra Ediwan menyudahi.*****

02 Januari 2011

Wabup Desra Ediwan

Jambore BNK Penting Untuk Sosialisasi Bahaya Pemakaian Narkoba

Solok---.Jambore Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Solok ke IV disambut dengan suka cita oleh Wakil Bupati Solok Drs. Desra Ediwan sebagai wahana untuk pembelajaran terhadap generasi muda, khususnya para pelajar tentang bahaya pemakaian Narkoba. Jambore yang pembukaannya berlangsung, Kamis (30/12) kemarin di bumi perkemahan Mapolres Solok mendapat sambutan luar biasa dari warga Lubuk Selasih, nagari Batang Barus khususnya.

“ Pemerintah daerah mengapresiasi kegiatan yang digelar jajaran Polres bersama BNK kabupaten Solok, “ kata Desra Ediwan di Lubuk Selasih.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua BNK Solok, Desra mengungkapkan bahwa masalah penyalahgunaan narkoba di Indonesia telah merambah sebagian besar masyarakat, bahkan sampai pada kelompok usia produktif. Gejala buruk itu sangat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“ Kita sadari menghadapi kejahatan narkotika bukan perkara mudah. Kita sudah dihadapkan dengan suatu yang terorganisir atau dikenal juga sebagai organization crime, papr Desra Ediwan.

Permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba juga bersifat multidimensional sehingga harus ditangani secara komprehensif, konseptual dan terintegrasi. Tidak saja dilingkungan lembaga-lembaga pemerintah terkait, tetapi juga melibatkan masyarakat luas.

Untuk itu, adalah sangat penting dan berharga momentum jamboree BNK dijadikan wadah sosialisasi dan pengembangan pengetahuan tentang bahaya pemanfaatan barang haram itu. Sehingga ke depan semua pihak, terutama kaum remaja dan pelajar di Kabupaten Solok lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaraan barang haram tersebut.

Sementara itu, Kapolres Solok AKBP Ali Absar Said selaku penanggung jawab kegiatan bersama ketua Pelaksana Jambore BNK Kompol Asmar Yunus memastikan peserta jamborew BNK mencapai sebanyak 3500 orang, yang terdiri dari 3200 orang utusan sekolah dan pramuka, 200 orang guru pendamping serta 40 orang pemuda nagari.

“Sebanyak 620 tenda akan meramaikan bumi perkemahan Mapolres ini sampai tanggal 1 Desember 2011, “ kata Ali Absar.

Disamping melakukan penyuluhan bahaya pemakaian Narkoba, 90 orang Kader PKS (Polisi Keamanan Sekolah) dari 9 sekolah yang berada di sepanjang jalan utama Solok-Padang akan dilatih menjadi petugas keamanan dilingkungannya. Sedangkan para pemuda serta merta dilatih menjadi relawan penyelamat bencana alam.

“ Moementum Jambore BNK sekaligus dimanfaatkan untuk penananam pohon sebanyak 7010 bibit penghijauan yang ditanam di lokasi perkemahan, serta pengukuhan pramuka saka Bhayangkara “ kata Kapolres Solok.-****-

Dendi dan Patris Chan Bakal Bersaing Ketat Rebut Ketua PPP

Solok--Dua Kader muda PPP Kabupaten Solok Dendi S.Ag, M.Ag dan Patris Chan, SH diprediksi bakal bersaing ketat untuk dapat menggantikan Yulfadri Nurdin sebagai ketua Partai Ka’bah itu. Aroma persaingan itu kian tajam dirasakan menjelang dilasungkannya Musyawarah Cabang (Muscab) PPP kabupaten Solok yang diagendakan tanggal 5 Januari 2011 nanti.

“ Iya, (Muscab) kita rencanakan tanggal 5 Januari 2011,” kata ketua Yulfadri Nurdin ketika ditemui di ruang humas DPRD Kab. Solok di Arosuka, Sabtu (25/12).

Yulfadri Nurdin yang mengaku tidak akan mencalonkan diri karena alasan telah dua periode memimpin partai tersebut. Namun ia memastikan kegiatan pemilihan ketua DPC-PPP Kabupaten solok akan berlangsung seru dan alot karena munculnya kader-kader muda yang potensial untuk memajukan partai.

Selain nama Dendi dan Patris Chan, sosok lain yang diprediksi memiliki kans cukup tinggi dalam pemilihan ketua PPP periode 2010-2015 itu adalah Zulhatrijon, Asril Utiah dan kader PPP lainnya yang diyakini mampu menjadikan partai ka’bah itu sebagai alat politik yang sangat berpengaruh di Kabupaten Solok.

“ Siapapun yang terpilih, diharapkan akan membuat perubahan yang lebih baik, “ tambah Yulfadri.

Sebagai tokoh berpengaruh dalam partai, Yulfadri menginginkan PPP menjadi unggulan dalam pesta demokrasi tahun 2014 nanti. Karena alasan itu pihaknya sejak dini mewanti-wanti agar seluruh elemen partai, yang notabene adalah kader-kader muda potensial diharapkan mampu membawa perubahan.

Terkait dengan peluang tersebut, Dendi dan patris Chan yang dihubungi terpisah mengaku kepercayaan dan amanah tersebut tidak akan dikejarnya. Namun ketika amanah tersebut dipercayakan kepada anggota DPRD Kabupaten Solok itu, mereka mengaku juga tidak akan menerima setengah-setengah mengurus partai.

“ Tugas kita sebagai kader PPP membersarkan Partai. Karena itu apapun amanah itu akan dijalankan sepenuh hati, tidak setengah-setengah, “ papar Dendi ketika menjawab singgalang, belum lama ini.

Sambutan senada juga disampaikan Patris Chan. Mantan wali nagari Cupak, kecamatan Gunung Talang yang dikenal cukup familiar itu mengaku Muscab PPP Kab. Solok nanti merupakan momentum untuk kemajuan partai berlambang Ka’bah. Karena itu dengan segala kemampuan, pihaknya akan berjuang bersama pengurus lain membesarkan partai sebagai penyalur aspirasi.

“ Yang pasti tekad kita sebagai kader bagaimana meningkatkan kepercayaan konstituens Kemajuan itu nanti akan ditandai penambahan kursi di parlemen pada periode berikutnya, “ pungkas Patris Chan . -****-

09 Desember 2010

DAK Kabupaten Solok tahun 2011 Sebesar Rp 52 Miliar

Suntikan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat untuk Kabupaten Solok pada Tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar Rp 2 Milyar lebih dari Tahun 2010. Potret alokasi DAK tersebut serta merta akan mewarnai kenaikan nilai nominal APBD tahun 2011 yang pembahasanya segera di rampungkan setelah restrukturirasi OPD (Organisasi Perangkat Daerah) ditetapkan oleh DPRD setempat. Kepala Bappeda Kabupaten Solok Taufik Effendi diruang kerjanya di Arosuka, Selasa (30/11) menyebutkan, pada Tahun 2010 jumlah DAK Kabupaten Solok sebesar Rp 50, 482 miliar. Dan untuk Tahun 2011 meningkat menjadi Rp 52,035 miliar. “ Dari nilai DAK tersebut dibagikan untuk 14 item kegiatan pembangunan. Yang terbesar tentu saja untuk pembiayaan kegiatan bidang pendidikan yang mencapai Rp 21,513 miliar, “ jelas Taufik Effendi. Lebih lanjut Taufik mengatakan, anggaran DAK Rp 21,513 M tersebut dipisahkan untuk penunjang kegiatan SD sebesar Rp 17,765 miliar sedangkan untuk SMP sebanyak Rp Rp 3,748 miliar. Sedangkan pembagian terbesar ke dua dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan sebesar Rp 10, 104 miliar dan kemudian untuk kegiatan pembangunan kesehatan dialokasikan sebanyak Rp 5,456. “ Untuk bidang kesehatan dibagi atas 3 program yakni pelayanan dasar sebanyak Rp 981 juta, pelayanan farmasi sebesar Rp 1,421 miliar dan pelayanan rujukan sebanyak Rp 3,060 miliar, “ rincinya. Selebihnya untuk penunjang pembangunan Pertanian dialokasikan sebanyak Rp 4,621 miliar, bidang perikanan sebanyak Rp 2,261 miliar, infrastruktur irigasi sebanyak Rp 1,178 miliar, lingkungan hidup Rp 1,3 miliar, program kehutanan sebanyak Rp 1,030 miliar, program perdagangan yang terdiri dari pasar, gudang dan metrologi sebanyak Rp 1,012 miliar. Mantan Asisten III Setwilda Kabupaten Solok itu menambahkan kegiatan lainyang dibiayai dengan DAK tahun 2011 adalah infrastruktur air minum sebesar Rp 698 juta, keluarga berencana sebanyak Rp 918,5 juta, sarana dan prasarana pedesaan sebesar Rp 925,9 juta, infrastruktur sanitasi sebanyak Rp 834 juta dan selanjutnya pembangunan keselamatan transportasi darat sebanyak Rp 171,7 juta. Selain menginformasikan jumlah DAK Tahun 2011 sebanyak Rp 52 milar lebih, Kepala Bappeda Kabupaten Solok juga menyebutkan nilai DAU (Dana Alokasi Umum) sebesar Rp 440 miliar, atau naik sebanyak Rp 10 miliar dari tahun 2010 yang berjumlah Rp 390 miliar. Sedangkan estimasi penerimaan bagi hasil disebutkan Taufik Effendi sebanyak Rp 12,5 miliar, serta target perolehan PAD (pendapatan Asli Daerah) tahun 2011 mencapai sebanyak Rp 22 miliyar. ‘ Dari besaran nilai nominal yang akan menggambarkan keuangan daerah pada APBD tahun 2011 nanti, tentunya kita berharap programpembangunan akan berjalan sukses. Terutama dilihat dari aspek perimbangan antar wilayah di kabupaten Solok, diharapkan nanti program percepatan pembangunan daerah tertinggal akan sebanding lurus dengan upaya penataan kepemerintahan yang baik, “ papar Taufik Effendi mengyudahi.

Kapolres Solok Ikat BNK

UNTUK membentuk karakter dan moralitas anak bangsa sebagai upaya menanamkan rasa disiplin dan kepribadian, Kapolres Solok AKBP Ali Absar bersama Badan Narkotika (BNK) Kabupaten Solok sepakat melakukan penyuluhan hukum dan bahaya Narkoba secara peiodik kepada siswa-siswa sekolah. Kongkritnya sebanyak 2000 siswa dari berbagai SMP dan SMA akan menjadi sasaran sosialisasi yang di gelar di sekolah masing-masing. Untuk tujuan itu, Kapolres Solok meminta kerjasama Ketua BNK yang notabene Wakil Bupati Solok Drs. Desra Ediwan untuk mengundang para kepala sekolah menjelang dilaksanakannya kegiatan dimaksud. “ Kita minta dukungan dari pak Wabuplah untuk turut mengundang kepala Sekolah dalam kegiatan pembentukan keperibadian siswa agar terhindar dari bahaya Narkoba, “ kata Ali Absar Said ketika menjamu Walik Bupati Solok Desra ediwan di ruang kerjanya, Rabu (1/12) di Arosuka. Kapolres Solok yang cukup low profil ini menjelaskan bahwa setidaknya dalam kegiatan pembentukan karakter dan kepribadian generasi muda, khsusnya para siswa, setidaknya dapat memanfaatkan wadah-wadah yang terbentuk di sebolah, diantaranya Kegiatan Pramuka, Paskibraka dan Patroli Keamanan Sekolah (PKS) “ Melalui wadah itu sejatinya tidak hanya mengajarkan baris-berbaris, atau ketrampilan lainnya. Mislanya seperti Paskibraka, seharusnya yang menjadi inti dalam pkegiatan tersebut adalah bagaimana sebenarnya memperlakukan bendera, menghormati bendera dan segala tata sikap dibaliknya, “ kata Ali Absar Said. Artinya banyak nilai-nilai positif yang dapat ditarik dari rangkaian kegiatan di sekolah dalam rangka pembinaan mental dan karaktek siswa. Selain program pembentukan karakter siswa di lingkungan sekolah, Kapolres Solok Ali Absar Said juga memiliki obsesi mengarahkan kegiatan tersebut ke tingkat nagari. Masih bersama BNK, Kapolres Solok serta merta mengagendakan sosialisasi penanggulangan bahaya bencana alam, seperti bahaya gunung talang. “ Dengan sosialisasi kepemudaan ini, kita berharap mereka setidaknya menjadi relawan di nagarinya masing-masing, “ kata Ali Absar. Untuk menggugah program kemanusiaan itu, Kapolres Solok bersama Wakil Bupati Solok serta merta mengagendakan kegiatan tutup tahun 2010 di kosentrasikan di Mapolres Solok dengan menggelar berbagai kegiatan kepemudaan. “ Kita agendakan tanggal 30 dan 31 Desember nanti mengadakan sosialisasi penanggulangan bencana di Mapolres ini. Kemudian dengan memanfaatkan momentum tutup tahun 2010, kita gelar berbagai kegiatan dengan BNK Kabupaten Solok, “ kata Ali Absar Said. Wakil Bupati Solok Desra Ediwan dalam kapasitasnya sebagai Ketua BNK menyambut baik inisiati jajaran Polres Arosuka untuk menyatukan para pemuda sehingga menjadi sebuah kekuatan ketika menghadapi kegiatan sosial sdi nagarinya masing-masing. “ Langkah Kapolres ini perlu kita dukung bersama, karena bagaimanapun seharusnya pemuda juga tanggap terhadap lingkungannya. Setidaknya bagaimana menjadi pionir dalam penanganan sebuah bencana di nagarinya, “ tutur Desra Ediwan.****

Terimakasih Warga Lubuk Selasih Pada Kapolres Solok

MASYARAKAT Jorong Lubuk Selasih nagari Batang Barus, kecamatan Gunung Talang menyampaikan terimakasihnya terhadap kepedulian Kapolres Solok AKBP Ali Absar Said yang ikut melepaskan belenggu warga dari kebutuhan airt bersih. “ Pak Kapolres cukup peduli kepada warga sekitar, karena itu kita menyapaikan apresiasi dan terimakasih atas bantuan beliau, “ ucap ketua LPMN jorong Lubuk Selasih Syamsul Azwar di Arosuka. Disebutkan Syamsul, kendati sebagai seorang kapolres, Ali Absar Said tetap menyadari sebagai warga Lubuk Selasih dan menjadi bagian dari masyarakat setempat. Atas rasa itu, Kapolres Solok lantas mengundang sejumlah. pemuka masyarakat guna menjalin silaturahmi sekaligus melakukan pengumpulan dana pengadaan pipa air bersih melalui lelang dihadapan anggota Polres Solok itu sendiri. Syamsu Azwar menyebutkan, diantara pemuka masyarakat Joro Lubuk Selasih yang hadir adalah Jumahardi Malin Sati (Walinagari Batang Barus), Cindra Masri (Ketua BMN) , Muris Dt Mandaro Putiah (Ketua KAN Batang Barus), Basrial Rajo Indo (Kepala Jorong) serta Ketua Karang Taruna Silasih Raya Irman Rajo Gandan.“ Dari hasil lelang pipa tersebut, dengan estimasi harga satu batang pipa paralon SNI senilai Rp. 250 ribu, jajaran Polres Solok telah mampu membantu kebutuhan pipa sebanyak 50 batang, “ papar Saysmul Azawar yang notabene mantan calon wali nagari setempat. Ditempat terpisah, Kapolres Solok Ali Absar mengaku bantuan pihaknya belum berarti apa-apa dibanding semangat dan kebersamaan masyarakat sekitar. Harmonisasi tersebut merupakan bentuk dukungan warga terhadap tugasnya sebagai Kapolres di daerah itu. “ Apalagi kita warga jorong Lubuk Selasih, sepatutnya ikut memikirkan kebutuhan masyarakat, “ kata Kapolres Solok yang cukup familiar itu. Menurutnya, air merupakan kubutuhan primer yang tidak bisa dihindari. Masyarakat yang tidak sehat juga berpengaruh terhadap aktifitas sehari-hari. Saat ini warga Lubuk Selasih tengah membutuhkan kebutuhan pokok tersebut, untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi agar masyarakat Lubuk Selasih dapat mengkosumsi Air Bersih dan sehat. “ Dengan menjalin kebersamaan, tentunya kita ingin melepaskan masalah air bersih yang tengah dihadapi warga,” ujar Ali Absar mengajak seluruh elemen membangun dengan kebersamaan. Ali Absar menjelaskan masyarakat Dusun Simpang Tiga Lubuk Selasih, memiliki sumber air sendiri yang layak dikosumsi. Tetapi dalam tempo beberapa tahun terakhir instalasi air yang membentang sepanjang tiga kilometer banyak yang tidak layak pakai. Sementara dari pemerintah nagari tersedia dana pengadaan pipa sebanyak Rp 3 juta. Untuk menutupi kekurangan itu, polres Solok serta merta melakukan pelelangan pipa dihadapan jajarannya untuk mengurangi beban masyarakat setempat

06 Desember 2010

Pengusaha Lokal Perlu Lirik Potensi di Luar Bidang Konstruksi

DUNIA usaha di Sumbar ataupun di tingkat kabupaten/kota kerap dikuasi pengusaha luar. Pengusaha lokal terkesan lebih banyak jadi penonton. Meskipun ada pengusaha asal Sumbar yang sukses, itupun masih dalam jumlah relatif lebih kecil. Sisanya pengusaha asal Sumbar hanya lebih banyak berkecimpung di proyek kecil di bidang konstruksi. Sedangkan sektor lainnya dibiarkan begitu saja. “ Seharusnya kita sudah menjadi raja di negeri sendiri, tidak menjadi penontotn saja,” ujar Asnawi Bahar selepas pelantikan Syafrizal Ben yang terpilih untuk kedua kalinya sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri(Kadin) Kabupaten Solok periode 2010-2015 pada Musyawarah Kadin Kabupaten Solok, Sabtu lalu. Asnawi dalam kapasitasnya sebagai ketua Kadin Sumbar berharap ke depan pengusaha Kabupaten Solok dan pengusaha daerah lainnya perlu melirik potensi lain yang memiliki peluang besar guna membangun perekonomian daerah dan meningkatkan martabat pengusaha itu sendiri. Di tengah-tengah persaingan perekonomian, para pengusaha di daerah tidak zamannya lagi saling ribut dalam memermasalahkan proyek kecil pembangunan fisik atau konstruksi yang ditenderkan pemerintah daerah yang jumlahnya bahkan relatif lebih kecil. mensiasati itu, peluang usaha lain diluar bidang konstruksi perlu direbut. Ia kemudian menyebutkan potensi besar yang dapat dimanfaatkan pengusaha lokal tanpa harus mengandalkan modal terlalu besar, seperti bagaimana memasarkan hasil produksi pertanian seperti beras, kopi, markisa, hasil holtikultura lainnya. Saat ini hasil pertanian itu kerap dijual di pasar tradisional. Padahal di swalayan komoditi tersebut dapat dijual dengan harga lebih tinggi dan mendatangkan untung lebih besar. Bersamaan dengan harapan itu, Asnawi Bahar meminta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sebagai regulator untuk mengeluarkan sebuah regulasi dalam membuat izin kuasa pertambangan (KP) atau izin lainnya yang dikeluarkan untuk pengusaha asing. Sebab, selama ini hasil alam di Sumbar di bidang pertambangan dan pariwisata lebih banyak dikuasai pengusaha asing. Sedangkan pengusaha lokal tidak dapat apa-apa dan lebih sering ribut di masalah kecil untuk mendapatkan proyek kecil. Asnawi Bahar merindukan adanya pengusaha asal Sumbar yang berpenampilan lebih bonafid yang bergerak dalam usaha pertambangan, perkebunan dan sektor lain. "Saat ini tidak ada pengusaha asal Sumbar yang memiliki lahan kebun sawit dalam jumlah besar. Kalau yang besar-besar dimiliki orang lain," sentilnya. Terpilih Lagi Musyawarah Kabupaten (Muskab) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Solok yang berlangsung sehari di Aula Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transimigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Solok, menghasilkan keputusan memilih Syafrizal Ben untuk memimpin Kadin Kabupaten Solok di lima tahun mendatang secara aklamasi. Puluhan pengusaha yang tergabung dalam Kadin Kabupaten Solok itu bersepakat hanya mencalonkan Syafizal Ben untuk menjadi calon tunggal ketua Kadin periode 2010-2015. Tak ayal, suara bulat itu memuluskan Syafrizal Ben kembali melenggang mulus memegang tampuk di lingkaran organisasi pengusaha Kabupaten Solok. Syafrizal menyampaikan janji akan membina pangusaha asal Kabupaten Solok untuk mendapatkan akses lebih besar dalam mengembangkan usahanya. Saat ini terdapat 3000-an lebih pengusaha skala kecil dan menengah yang bergerak secara informal. Usaha yang digeluti pengusaha Kabupaten Solok itu sebetulnya dapat dapat menembus pasar luar. Hanya saja selama ini kendalannya, akses dan manajemen usaha yang kurang profesional membuat para pengusaha itu tidak dapat berkembang dengan baik