22 Januari 2011
BPM Harus Berbenah DirI
Kasus Cerai Tinggi di Kab. Solok
“Terjadinya perceraian erat kaitannya dengan masalah kemiskinan," tutur M. Nasir menambahkan.
Dijelaskan, persoalan ekonomi yang semakin hari terus semakin meningkat menjadi beban bagi kehidupan rumah tangga. Terlebih lagi, kemiskinan dapat pula dikatakan sebagai biang dari munculnya masalah cerai. Selain itu, suami belum mampu menggenjot kebutuhan rumah tangga, sehingga istri mengajukan gugatan cerai, apalagi biaya hidup yang kian tinggi.
Di samping itu, perceraian akibat kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tidak begitu menonjol. Begitu juga penyebab lain seperti masalah perselingkuhan tidak begitu dominan menjadi pemicu cerai.
Yang paling dominan justru masalah ekonomi tadi. Bila diperkirakan, 70 persen kasus perceraian adalah murni akibat ekonomi. Kemudian, 20 persen merupakan kasus KDRT dan 10 persennya lagi lantaran kasus biasa seperti campur tangan pihak ketiga.
Sebelum Dipindahkan, Hitung Aset Panti Andam Dewi
OP Jangan Sebatas Pelepas Tanya
21 Januari 2011
Sudah Saatnya Kab. Solok Miliki Terminal
Arosuka--Sudah saatnya Kabupaten Solok miliki terminal representatif yang bisa mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD) bagi Pemkab setempat. Terminal tidak saja untuk bus umum, tapi juga disediakan bagi terminal truk bermuatan berat atau sedang, sehingga pengawasan barang dan muatan akan lebih terkendali. "Terminal sangat penting bagi kita. Kawasan Talang sangat cocok sekali untuk didirikan terminal," kata Drs. Nazar Bakri, Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Solok di Arosuka, Rabu (19/1).
Dijelaskan, selama ini terminal kabupaten bergabung di Kota Solok, yakni Terminal Bareh Solok. Sementara, terminal punya Pemkab belum ada sampai sekarang. Sehingga, kendaraan yang lalu lalang baik jenis bus, truk maupun kendaraan angkutan barang lainnya terkesan melintas saja di daerah ini. Padahal, bila sudah ada terminal banyak manfaat yang bisa diraup bagi kepentingan daerah dan masyarakat."Paling tidak bisa untuk pendapatan daerah," kata Nazar menambahkan.
Selain itu, mendesaknya keberadaan terminal juga menjadi suatu kebutuhan. Kepadatan arus dan lalu lintas di sepanjang jalan daerah ini memerlukan pengawasan dan pengontrolan yang ekstra. Karena, truk pengangkut batubara, CPO, dan lainnya harus ditertibkan, terutama soal jumlah tonase yang kerap kali melebihi jumlah dari ketentuan.
Di samping itu, terpal sebagai pelindung muatan yang digunakan terkadang dilakukan secara asal-asalan. Akibatnya, muatan yang diangkut seperti batubara masih saja terlihat berserakan di jalanan. Ini sangat mengganggu dan membahayakan bagi keselamatan pengguna kendaraan lainnya."Salah satu fungsi terminal itu nanti, ya untuk mengecek semua kondisi truk. Mulai dari muatan yang diangkut sampai pengaman berupa terpal. Pokoknya banyak gunanya," imbuhnya.***
Rp 1 Miliar Untuk Convention Hall
Arosuka---Komitmen Pemerintah Kabupaten untuk mengembangkan sektor kepariwisataan disambut positif oleh Pemerintah Propinsi Sumatera Barat. Sambutan itu terbaca dari alokasi dana pengembangan infrastruktur convention hall Danau Diatas sebesar Rp 1 Miliar. “ Dana itu dialokasikan dalam APBD Sumbar tahun 2011 guna renovasi fasilitas Convention Hall, seperti cottage dan villa-vilay yang ada, “ ujar anggota DPRD Sumbar Ir. Israr Jalinus ketika ditemui di gedung DPRD Kabupaten Solok di Arosuka, Rabu (19/1).
Menurut Anggota Komisi III Bidang Pembangunan yang juga ketua Fraksi PAN di lembaga DPRD Sumbar ini, bidang kepariwisataan di Sumatera Barat, terutama di Kabupaten Solok memiliki potensi yang besar. Kekayaan alam dan segala bentuk objek wisata itu merupakan asset yang harus dikembangkan melalui sentuhan pembangunan infrastruktur. Untuk tujuan itu, sebagai wakil rakyat asal pemilihan Solok, pihaknya senantiasa berjuang ditingkat propinsi agar kebutuhan pembangunan di daerah penghasil markisa itu terakomodir.
Ditemani anggota Komisi III lainnya, Ir, Bachtul dari Partai Bintang Reformasi (PBR), Israr Jalinus mengaku prihatin jika objek-objek wisata di kabupaten Solok tetap dibiarkan tanpa pengembangan yang lebih representative. Karena alasan itu, pihaknya berjuang memaksimalkan alokasi dana pembangunan pada APBD Sumbar tahun 2011 untuk pembenahan asset yang telah ada.
“ Semestinya tidak objek wisata Danau Kembar saja yang mendesak di kembangkan, juga objek lain di danau Singkarak. Tetapi lantaran dana pemerintah terbatas, kita kerjakan satu-satu dulu secara berkelanjutan, “ ulas Israr Jalinus.
Sementara itu, Kepala dinas Pariwisata Kabupaten Solok Drs. Jasman menyambut gembira atas dorongan dari pihak Pemprov, terutama kuatnya perjuangan anggota legislative asal daerah itu memperjuangkan anggaran pembangunan, terutama untuk kemajuan sektor kepariwisataa.
Dalam kerangka pikiran Jasman, dengan direnovasinya kompleks berikut sarana dan prasarana pariwisata di Danau diatas, pihaknya optimistis tingkat kunjungan serta volume hunian wisatawan di danau kembar akan semakin tinggi. Analisa demikian didasarkan atas suasana alam yang sejuk dipadu dengan kelengkapan infrastruktur kepariwisataan.
“ Sesuai kebijakan pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Solok, kita cenderung menyelesaikan pengembangan objek wisata itu satu-satu dulu. Artinya tidak semua objek itu harus di kakok, tetapi lebih fokus pada satu objek saja, sehingga hasilnya bisa maksimal,” sebut Jasman menyudahi.***
20 Januari 2011
Lebih Rp 100 Miliar APBD Sumbar Bakal Mengalir ke Kabupaten Solok
Arosuka---Sedikitnya sebanyak Rp 100 Miliar dana APBD Propinsi Sumbar tahun 2011 bakal mengalir ke Kabupatenb Solok untuk membiayai berbagai kekgiatan strategis seperti normalisasi Batang Lembang, pembenahan sejumlah irigasi dan pembangunan prasarana jalan.“Kegiatan pembangunan fasilitas umum itu ada yang dikerjakan di tahun jamak, seperti pengerjaan jalan dan jembatan, pasar, jalan lingkungan serta irigasi, “ ungkap Ir. Israr jalinus, anggota Kommisi III DPRD Propinsi Sumbar.
Ditemui saat berdialog dengan anggota DPRD Kabupaten Solok di Arosuka, Rabu (19/1), anggota Komisi III yang juga ketua Fraksi PAN DPRD Sumbar asal pemilihan Kabupaten Solok itu menyebutkan, sebanyak Rp 8,9 Miliar dari anggaran itu diperuntukkan bagi pengembangan jalan lingkungan yang menyebar di beberapa nagari di kabupaten Solok. ” Rincian alokasi dana tersebut untuk pengembangan air bersih dan pasar nagari sebanyak Rp 7 Miliar, serta pembangunan pusat kegiatan generasi muda Rp 700 juta dan air bersih bukit gompong.Rp 250 juta,” jelas Israr Jalinus yang juga mantan anggota DPRD kabupaten Solok sembari menyebutkan pasar nagari yang mendapat prioritas adalah Cupak, Sirukam dan nagari Guguak, kecamatan Gunung Talang.
Anggota komisi III bidang pembangunan DPRD Sumbar itu menyebutkan dana tersebut telah dianggarkan dari hasil evaluasi Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). Dana sudah terlanjur diangarkan, sedangkan petunjuk kemendagri menyebutkan bisa dialokasikan dalam bentuk bantuan keuangan khusus untuk kab. Solok Solok ” Karena alasan itu tender kegiatan nantinya dilakukan di kabupaten Solok, tetapi pencairan dana dari Propinsi secara bertahap, “ jelas Israr Jalinus
Ketua Fraksi PAN itu menjlaskan, bahwa kegiatan yg dananya berasal dari keuangan bersifat khusus ini, apabila belum dianggarakan dalam penetapan perda APBD, dapat dilaksanakan mendahuli penetapan peraturan daerah tentang perubahan APBD dengan cara menetapkan peraturan kepala daerah tentang perubahan penjabaran APBD dan memberitahukanya kepaada pimpinan DPRD. Kemudian menyusun RKA (Rencana Kegiatan Anggaran) SKPD dan mengsyahkan DPA SKPD sebagai dasar pelaksanaan APBD.“ Hal ini nanti disampiakan dalam laporan realisasi anggaran apabila daerah telah menetapkan perda tentang perubahan APBD atau tidak melakukan perbahan APBD sama sekali, “ jelas.
Sedangkan kegiatan strategis lainnya, disebutkan Israr dan Bachtul seperti normalisasi Batang Lembang di Sumani. Kemudian alokasi dana di PSDA Propinsi Sumbar sebanyak Rp 25 milyar tahun jamak untuk perbaikan embung Limpato, jorong Gando nagari Gaung Kecmatan Kubung sebanyak Rp 9,5 miliar. Selanjutnya pengerjaan irigasi Bukit Tandang Rp 1,25 miliar, serta irigasi Banda Laweh yang mampu mengairi areal sawah seluar 3000 hektar.
“ Untuk mefungsikan kegiatan irigasi ini, pihak pemkab. Solok diminta membuat disain pekerjaannya, “ sebut israr Jalinus menyudahi. -