Laman

02 Januari 2011

Jopi Novelis,SH

Kacabjari Solok Yang Penuh Dedikasi

Wajah bersihnya seolah menyatukan kepribadian yang elok ketika senyuman tipis selalu menghiasi ekspresinya. Dengan dukungan badan yang proporsional dengan cara berpakaian yang rapi, sepintas tidak menampilkan kesan kalau lelaki kelahiran 14 Novemver 1972 itu adalah seorang pejabat dilingkungan korp Adhyaksa di Kabupaten Solok. Lebih lebih ketika melihat cara berbicaranya yang komunikatif, membuat sosok Jopi Novelis, SH benar-benar mengesankan seorang rendah hati, tetapi memiliki kepribadian yang teguh dan tentu saja penuh dedikasi.

“ Saya orangnya senang bergaul dan hal itu pula yang mendukung tugas saya sebagai penegak hukum di daerah ini, “ kata ayah 2 orang anak ini sambil memperkenalkan diri sebagai Kepala Cabang Kejaksanaan Negeri (Kacabjari) Solok di Alahan Panjang.

Hampir satu jam berbicara ringan dengan laki-laki asal Batusangkar ini di Arosuka, Rabu (15/12), menghasilkan sebuah kesan kalau jaksa pemegang eselon IV ini mempunyai tanggung jawab besar dalam menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum. Bahkan diakui dalam kiprahnya sebagai jaksa, hal itu tidak melepaskan keterbukaan Jofi dalam pergaulan, tetapi tetap berada dalam patron tugasnya sebagai Kacabjari di Alahan Panjang. Maknanya, sebut Jopi, dibalik pergaulan itu sendiri, tentu tidak lantas menghilangkan nilai-nilai profesional, konsistensi, serta keteguhan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Sebagai seorang penagak hukum pula, tempo-tempo Kacabjari biasa saja terlihat tengah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jopi Novelis mengaku tak jarang-jarang diriya memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat luas. Terutama penerangan hukum terhadap penyelenggara pembangunan yang berkaitan dengan pemanfaatan dana-dana yang bersumber dari negara.

“ Penuluhan hukum juga termasuk tugas kita, dismaping melakukan penagakan hukum,” papar Jovi Novelis.

Dalam kapasitasnya sebagai seorang jaksa dengan 5 orang anggota di Kacabjari Alahan Panjang, Jopi Novelis merasakan tidak memiliki rintangan dalam menjalankan tugasnya. Hal itu lebih karena kecendrungannya mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki disamping adanya kerja sama dengan isntansi lain serta dukungan dari masyarakat sekitar.

“ Sudah 3 tahun saya di Alahan Panjang dengan luas wuilayah kerja mencakup 7 kecamatan, seperti Lembah Gumanti, Hilirang Gumanti, pantai Cermin, Danau kembar, Lembang Jaya, Payung Sekaki dan Tigo Lurah, tidak ada kendala yang menganggu tanggung jawab kita,” paparnya.

Terutama ketika berhadapan dengan kultural masyarakat setempat, dalam keseharian Kacabjari Solok itu senantiasa menjalin hubungan hati dengan masyarakat dalam konteks pembinaan, terutama dari kalangan tokoh-tokoh masyarakat, ninik-mamak serta komponen masyarakat lainnya di masing-masing nagari yang dikunjungi.

Jopi menyebutkan pada tataran pelaksanaan tugas serta mewujudkan komitmen penegakan hukum, pihaknya selalu melakukan pendekatan persuasif, tetapi tetap berada dalam bingkai sistem kerja yang profesional pula.

“ Kami di Kacabjari Solok Alahan Panjang berusaha menyelesaikan setiap kasus yang ditangani dengan serius, “ aku Jaksa yang telah brhsil mengungkap kasus dugaan tindak pidana Korupsi atas nama Ir Nilzam dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 250 juta.

Jopi Novelis menyebutkan, pihaknya terus melakukan tanggung jawabnya dengan penuh dedikasi dan konsistensi agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga Adhyaksa di wilayah kerjanya semakin dipercaya dan merespon segala tugasnya dengan positif. Terlebih ditengah keterbukaan informasi yang sedemikian deras, fenoomena itu prktis menjadi tantangan bagi Kacabjari Solok untuk memberikan pelayanan hukum sebagai solusi yang terbaik dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang berkembang ditengah masyarakat.-

Sepanjang Tahun 2010

Kecelakaan Berkurang, Korban Meninggal Naik 2,5 Persen

Solok---Kendati jalur utama Solok – Padang khususnya jalan raya disepanjang wilayah hukum Polres Solok tetap menjadi momok bagi masyarakat, namun angka kecelakaan di daerah itu relatif turun sepanjang tahun 2010. Dari data yang dikeluarkan Satlantas Polres Solok yang disampaikan oleh Kapolres Solok AKBP Ali Absar Said, tercatat sepanjang 2010 penurunan jumlah kecelakaan mencapai 34,2 persen dibanding tahun 2009 lalu. ” Angka kecelakaan lalu lintas di tahun 2009 mencapai 140. Angka tersebut mengalami penurunan sebanyak 48 kasus pada 2010 karena total kecelakaan hanya 92 kasus, “ papar Kapolres Solok AKBP Ali Absar Said ketika ditemui di kantornya, Selasa (28/12).

Meski jumlah kecelakaan berkurang, namun korban yang meninggal akibat kecelakaan naik naik sebanyak 2,18 persen, karena jumlah korban yang meninggal tahun ini mencapai 41 orang, sedangkan tahun sebelumnya 2009 sebanyak 40 orang. Yang menunjukkan kecendrungan menurun justru korban luka berat sebanyak 63 orang, sedangkan tahun 2009 mencapai 69 orang. Kemudian korban yang mengalami luka ringan 28 orang, atau turun sekitar 62, 16 dari tahun 2009 yang mencapai 74 orang.

Menyoal tentang jumlah kendaraan yang terlibat pelanggaran lalu lintas. Ali Absar mengatakan juga mengalami kenaikan mencapai sekitar 57,62 persen. Pada 2009, jumlah pelanggaran mencapai 1.254 unit, sementara tahun 2010 mencapai 2.959. Akibat pelanggaran tersebut serta merta denda yang dapat ditarik untuk KAS negara juga mengalami kenaikan sebanyak Rp 105.875.000. Nilai nominal itu naik dari tahun 2009 yang hanya sebesar Rp 34.447.000, atau sekitar 67,46 persen.

Sedangkan jumlah penyelesaian perkara lalu lintas mengalami penurunan sebesar 2,18 persen dibanding tahun lalu. Pada 2009, penyelesaian perkara lalu lintas dari 140 kasus dapat diselesaikan seluruhnya, , sedang pada 2010 mencapai diselesaikan 90 kasus atau 97,82 persen.

Ali Absar juga menyebutkan akibat penurunan kecelakaan lalu lintas tersebut, kerugian materil yang ditimbulkan tentunya juga mengalami penurunan sebesar 53,26 persen. Jika pada 2009 kerugian materil mencapai Rp.728.300.000, pada 2010 ini turun menjadi Rp 340.400.000. Dihadapan Kapolres Solok, Kasat Lantas setempat Hamidi, SH memastikan bahwa pihaknya tetap berupaya untuk menekan jumlah kecelakaan melalui patroli dan razia oleh petuygas. Hal tersebut dilakukan lebih sebagai pengawasan terhadap pengemudi dan pengendara agar selalu disiplin sebagai pengguna jalan raya.

“ Karena itu razia polisi jangan disalah artikan menganggu kelancaran lalu lintas atau berpendapat lain. Itu supaya pengemudi diingatkan supaya waspada dan melengkapi persyaratan lalu lintas, “ pungkas Hamidi -402-.

Wabup Desra Ediwan

Jambore BNK Penting Untuk Sosialisasi Bahaya Pemakaian Narkoba

Solok---.Jambore Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Solok ke IV disambut dengan suka cita oleh Wakil Bupati Solok Drs. Desra Ediwan sebagai wahana untuk pembelajaran terhadap generasi muda, khususnya para pelajar tentang bahaya pemakaian Narkoba. Jambore yang pembukaannya berlangsung, Kamis (30/12) kemarin di bumi perkemahan Mapolres Solok mendapat sambutan luar biasa dari warga Lubuk Selasih, nagari Batang Barus khususnya.

“ Pemerintah daerah mengapresiasi kegiatan yang digelar jajaran Polres bersama BNK kabupaten Solok, “ kata Desra Ediwan di Lubuk Selasih.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua BNK Solok, Desra mengungkapkan bahwa masalah penyalahgunaan narkoba di Indonesia telah merambah sebagian besar masyarakat, bahkan sampai pada kelompok usia produktif. Gejala buruk itu sangat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“ Kita sadari menghadapi kejahatan narkotika bukan perkara mudah. Kita sudah dihadapkan dengan suatu yang terorganisir atau dikenal juga sebagai organization crime, papr Desra Ediwan.

Permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba juga bersifat multidimensional sehingga harus ditangani secara komprehensif, konseptual dan terintegrasi. Tidak saja dilingkungan lembaga-lembaga pemerintah terkait, tetapi juga melibatkan masyarakat luas.

Untuk itu, adalah sangat penting dan berharga momentum jamboree BNK dijadikan wadah sosialisasi dan pengembangan pengetahuan tentang bahaya pemanfaatan barang haram itu. Sehingga ke depan semua pihak, terutama kaum remaja dan pelajar di Kabupaten Solok lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaraan barang haram tersebut.

Sementara itu, Kapolres Solok AKBP Ali Absar Said selaku penanggung jawab kegiatan bersama ketua Pelaksana Jambore BNK Kompol Asmar Yunus memastikan peserta jamborew BNK mencapai sebanyak 3500 orang, yang terdiri dari 3200 orang utusan sekolah dan pramuka, 200 orang guru pendamping serta 40 orang pemuda nagari.

“Sebanyak 620 tenda akan meramaikan bumi perkemahan Mapolres ini sampai tanggal 1 Desember 2011, “ kata Ali Absar.

Disamping melakukan penyuluhan bahaya pemakaian Narkoba, 90 orang Kader PKS (Polisi Keamanan Sekolah) dari 9 sekolah yang berada di sepanjang jalan utama Solok-Padang akan dilatih menjadi petugas keamanan dilingkungannya. Sedangkan para pemuda serta merta dilatih menjadi relawan penyelamat bencana alam.

“ Moementum Jambore BNK sekaligus dimanfaatkan untuk penananam pohon sebanyak 7010 bibit penghijauan yang ditanam di lokasi perkemahan, serta pengukuhan pramuka saka Bhayangkara “ kata Kapolres Solok.-****-

Dendi dan Patris Chan Bakal Bersaing Ketat Rebut Ketua PPP

Solok--Dua Kader muda PPP Kabupaten Solok Dendi S.Ag, M.Ag dan Patris Chan, SH diprediksi bakal bersaing ketat untuk dapat menggantikan Yulfadri Nurdin sebagai ketua Partai Ka’bah itu. Aroma persaingan itu kian tajam dirasakan menjelang dilasungkannya Musyawarah Cabang (Muscab) PPP kabupaten Solok yang diagendakan tanggal 5 Januari 2011 nanti.

“ Iya, (Muscab) kita rencanakan tanggal 5 Januari 2011,” kata ketua Yulfadri Nurdin ketika ditemui di ruang humas DPRD Kab. Solok di Arosuka, Sabtu (25/12).

Yulfadri Nurdin yang mengaku tidak akan mencalonkan diri karena alasan telah dua periode memimpin partai tersebut. Namun ia memastikan kegiatan pemilihan ketua DPC-PPP Kabupaten solok akan berlangsung seru dan alot karena munculnya kader-kader muda yang potensial untuk memajukan partai.

Selain nama Dendi dan Patris Chan, sosok lain yang diprediksi memiliki kans cukup tinggi dalam pemilihan ketua PPP periode 2010-2015 itu adalah Zulhatrijon, Asril Utiah dan kader PPP lainnya yang diyakini mampu menjadikan partai ka’bah itu sebagai alat politik yang sangat berpengaruh di Kabupaten Solok.

“ Siapapun yang terpilih, diharapkan akan membuat perubahan yang lebih baik, “ tambah Yulfadri.

Sebagai tokoh berpengaruh dalam partai, Yulfadri menginginkan PPP menjadi unggulan dalam pesta demokrasi tahun 2014 nanti. Karena alasan itu pihaknya sejak dini mewanti-wanti agar seluruh elemen partai, yang notabene adalah kader-kader muda potensial diharapkan mampu membawa perubahan.

Terkait dengan peluang tersebut, Dendi dan patris Chan yang dihubungi terpisah mengaku kepercayaan dan amanah tersebut tidak akan dikejarnya. Namun ketika amanah tersebut dipercayakan kepada anggota DPRD Kabupaten Solok itu, mereka mengaku juga tidak akan menerima setengah-setengah mengurus partai.

“ Tugas kita sebagai kader PPP membersarkan Partai. Karena itu apapun amanah itu akan dijalankan sepenuh hati, tidak setengah-setengah, “ papar Dendi ketika menjawab singgalang, belum lama ini.

Sambutan senada juga disampaikan Patris Chan. Mantan wali nagari Cupak, kecamatan Gunung Talang yang dikenal cukup familiar itu mengaku Muscab PPP Kab. Solok nanti merupakan momentum untuk kemajuan partai berlambang Ka’bah. Karena itu dengan segala kemampuan, pihaknya akan berjuang bersama pengurus lain membesarkan partai sebagai penyalur aspirasi.

“ Yang pasti tekad kita sebagai kader bagaimana meningkatkan kepercayaan konstituens Kemajuan itu nanti akan ditandai penambahan kursi di parlemen pada periode berikutnya, “ pungkas Patris Chan . -****-

09 Desember 2010

Ketua PN Koto Baru Memimpin Tidak Dari Belakang Meja

Ekspektasi masyarakat terhadap dunia peradilan khususnya Pengadilan semakin lama semakin besar. Masyarakat mengharapkan pengadilan dapat memberikan kepastian hukum dan keadilan, memberikan pelayanan berkualitas dan transparan. Untuk memenuhi ekspektasi masyarakat tersebut, Pengadilan Negeri Koto Baru, Kabupaten Solok bertekad berbenah diri, untuk menuju pada Pengadilan yang berkualitas, terutama menyangkut sumber daya manusianya. “ Hasilnya belum maksimal, tetapi kita selalu berusaha menjaga profesionaltias institusi PN Koto Baru. Integritas aparat penegak hukum dalam kaitan ini sangat penting, “ kata Ketua PN Koto Baru Asmar, SH, MH ketika menjawab Singgalang di ruang kerjanya, Selasa (23/11) di Koto Baru. Ketua Pengadilan kelahiran 30 Oktober 1961 itu berharap dengan pola melarang menerima tamu di ruangan, para Hakim, Panitera, wakil panitera (Wapan) Jurusita dan seluruh staf, akan bersikap progresif, lebih profesional serta menumbuhkan budaya untuk menertibkan diri sendiri, sebelum menertibkan orang lain. “ Upaya menertibkan diri sendiri ini saya upayakan dengan ajakan membiasakan membaca Al qur’an kepada staf, memahami tafsir dan mengamalkannya dalam keseharian, “ sebut Asmar seraya memastikan bahwa untuk penertiban diri di lingkungan PN Koto Baru itu kuncinya adalah keteladanan pimpinan. Oleh karena itu, Asmar mengawali kebijakannya dengan melakukannya sendiri terlebih dahulu sebelum akhirnya diikuti oleh jajarannya. Aplikasinya, Saban pagi pada Senin dan Jum’at, para pegawai dilingkungan PN Koto Baru terbiasa membaca ayat suci Al-qur’an di mushalla yang terdapat di kompleks Pengadilan itu sendiri. Budaya mengedepankan agama sebagai perisai moral dan mental bagi penegak hukum itu juga sebagai langkah menciptakan kedisiplinan dalam menjalankan amanah. Muaranya tentu untuk menciptakan keadilan bagi yang berperkara. Menjawab Singgalang soal anggapan bahwa salah satu penyebab terjadinya transaksi antara pihak yang beperkara dan pengadilan adalah karena longgarnya aturan di lingkungan institusi sendiri, Asmar justru menjawab itulah makanya ia tidak bisa di temui oleh orang-orang yang berperkara atau ada saut pautnya dengan sebuah perkara. Ia tidak menafikan bahwa tak jarang-jarang para tamu maupun pihak yang beperkara bisa menemui hakim di rung kerja. Tetapi bagi ketua PN Koto Baru ini selain tidak etis, itu sangat berbahaya karena bisa menggoda hakim yang bersangkutan. “ Saya bahkan tidak ada kompromi soal semacam itu, “ tegas perempuan asal Sawah Tangah, kabupaten Tanah Datar yang sering dianggap angker oleh orang yang berpekara itu. Sikap tegas tersebut diperlihatkan Asmar ketika hendak menerima Singgalang untuk bertamu ke ruang kerjanya. Perempuan separoh baya yang kerap melakukan monitoring ke seluruh ruangan hakim dan panitera itu, sampai meminta kartu identitas wartawan Singgalang sebelum akhirnya dipersilahkan duduk di ruang kerjanya. “ Saya harus hati-hati menerima tamu, makanya menagih kartu identitas, “ ujarnya datar. Air mukanya yang tadi dingin dan tanpa senyuman, perlahan mencair menjadi sangat familiar. “ Sebutan angker sudah melekat ke diri saya. Tidak apa-apa. Karena saya memang harus bersikap seperti itu sebagai penegak hukum, “ tuturnya seraya menegaskan bahwa ia tidak mencari harta dalam nenjalankan tugasnya, melainkan menjalankan amanah untuk menegakkan keadilan. Asmar mengaku saat kali pertama dipercaya sebagai Ketua PN Koto Baru tanggal 24 November 2008, yang pertama dilakukan adalah mensterilkan ruang kerjanya. Ia bahkan tidak menerima tamu yang ada kaitannya dengan perkara. Tak hanya itu, agar sampai pada upaya menciptakan kedisiplinan pegawai, Asmar bahkan tak segan-segan memberikan teladan kepada bahwahannya. Dalam kaitan itu, ia tidak terbiasa memenej lingkungannya dari belakang meja, tetapi langsung mengadakan interaksi dan membuka komunikasi dengan jajarannya. Mengarifi ketegasan dan integritas pimpinan PN Koto Baru itu, para hakim, panitera dan seluruh staf dilingkungan PN Koto Baru itu pun tidak berani bertingkah aneh dengan menjadi makelar perkara, misalnya. “ Insya Allah sejauh ini pegawai PN Koto Baru taat aturan dan memiliki kedisiplinan yang tinggi, “ ulas Asmar Menyangkut jumlah perkara yang diselesaikan dengan beragam putusan oleh pengadilan kelas 2 itu, saban tahun rata-rata sebanyak 180 perkara Pidana yang diselesaikan. Beragam jenis kasus yang diputuskan itu semuanya dalam rangka pembinaan, bukan balas dendam. Karena sejatinya hukum bukanlah balas dendam. .Sedangkan untuk perkara perdata jumlahnya mencapai 20 perkara. Bagi masyarakat yang tersangkut perkara perdata, para hakim sebelum menindak lanjuti sidang akan mengupayakan damai bagi yang bersengkata.

Ali Absar Said, Kapolres Bersahaja Itu...

SOLOK-Tidak seperti biasanya, wajah langit Arosuka tidak seredup mimik Kapolres Solok AKBP Ali Absar Said. Bahkan menjelang tengah hari, Rabu (1/12), sinar matahari berusaha mengusir kesejukan alam Lubuk Selasih, namun tidak mampu jua menutupi kekecewaan seorang Komandan pasukan seragam coklat di Kabupaten Solok itu. Pasalnya, belum reda masalah pesan singkat yang berkunjung ke telepon genggamnya mengabarkan soal adanya kasus penculikan anak, mendadak intensitas kerjanya disibuki pula oleh pemberitaan yang kurang sedap atas kematian tahanan kasus togel “ Padahal Tersangka meninggal dunia di Rumah Sakit Umum, bukan di Mapolrres, “ pungkasnya. Tetapi apapun pemberitaan itu, Ali Absar Said tetap saja menerima sejumlah wartawan di ruang kerjanya dengan ferformennya yang asli, banyak canda dibalik keberhasajaannya. Kesan terbuka dengan polesan bahasa familiar ternyata menjadi kesehariannya pula. Kendati tidak melepaskan nilai-nilai kedisiplinan dan sikap tegas dibalik kebersahajaan itu, namun Ali Absar Said menghendaki informasi yang balance dari hasil sebuah kerja jurnalistik. “ Saya sangat terbuka orangnya. Tidak susah menemui saya. Karena itu ketika ada informasi sedapatnya dikonfirmasikanlah, “ papar Kapolres yang mengaku pernah mengkikuti pelatihan jurnalistik juga. Karena alasan memahami etika kewartawnan, Kapolres Solok menambahkan bahwa dengan penyajian berita yang berimbang, tentunya masyarakat tidak gusar menerimannya. Terlebih Karena fungsinya, antara pers dan polisi sama-sama ingin menciptakan kenyamanan di tengah masyarakat. Khusus di tangan kepolisian, bagaimana bisa menciptakan suasana kondusif, nyaman dan tentram, disitulah pula hakikat kerjasama antara polisi dan media massa untuk penyiaran perlu dikembangkan. Berbincang dengan periwira ini ternyata sangat mengasyikkan. Sikap lowprofile-nya sangat kental, bahkan relatif kebapakan dalam bergaul. Ali Absar Said, konon telah menyelesaikan pendidikan akademiknya, Sarja Hukum Jurusan Hukum Pidana yang dikuatkan dengan Magister Manajemen Pendidikan. Untuk pendidikan kepolisian, ayah Indra Satri Valentino ini tercatat sebagai Sepa PK Polri 1990, Selapa Polri 2000 dan Sespim Polri tahun 2007. Ironisnya dibalik seabrek gelar kesarjanaan dan kepangkatannya, Kapolres Solok itu tetap saja menampilkan sosok Ali Absar said yang sederhana. Guna mendorong tumbuhnya rasa aman dan nyaman ditengah masyarakat, AKBP Ali Absar Said mengaku terus memperkuat jajajrannya di tingkat Polsek. Penambahan personil yang didukung dengan perubahan struktur di Mapolsek sangat membantu terjadinya iklim kemasyarakatan. Suami AKBP Dra, Katrina, S Nanalis ini lantas memaparkan, sebagaimana tuntutan Peraturan kapolri (Perkap) nomor 23 tahun 2010, pihaknya selain memperkuat struktur di Mapolres dengan menambah bagian Humas dan Bagian Narkoba, di tingkat Polsek juga dikuatkan dengan unit Sabhara, intel, Binmas, Serse, Propas serta seksi Humas dan Umum. “ Jadi rekan-rekan wartawan di Mapolres Solok sudah dapat berkoordinasi dengan bagian Humas yang lasung dibawah koordinasi Kabag Ops, “ kata Ali Absar seraya menyebutkan dengan struktur baru tersebut jajaran polsek di kabupaten Solok sudah dapat diisi personil sebanyak 45 orang. Penguatan personil di jajaran Polsek itu juga akan kian mendukung iklim keamanan di Kabupaten Solok. Dampak ikutannya masyarakat semakin tenang beraktivitas. Kapolres Solok lantas mengambil sampel kondisi wilayah di bagian selatan. Suasananya sekarang sangat berbeda. Semakin nyaman sekang. Terutama disepanjang jalan yang biasanya rawan kejahatan seperti antara Lubuk Selasih-Muara Labuh, dengan penguatan jajaran Polsek Lembah Gumanti dan Pantai Cermin, ketentraman di kawasan itu cukup terjaga. “ Saya bahkan ada di telepon perantau dari Solok Selatan. Mereka menyampaikan terimakasih karena merasa aman melewati kawasan itu jam berapapun, “ tutur Ali Absar Said seraya menakankan bahwa tindakan kriminal di wilayah hukumnya tidak mencemaskan tetapi cenderung menyediakan kenyamanan. Kenyamanan itu adalah harapan masyarakat.***

DAK Kabupaten Solok tahun 2011 Sebesar Rp 52 Miliar

Suntikan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat untuk Kabupaten Solok pada Tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar Rp 2 Milyar lebih dari Tahun 2010. Potret alokasi DAK tersebut serta merta akan mewarnai kenaikan nilai nominal APBD tahun 2011 yang pembahasanya segera di rampungkan setelah restrukturirasi OPD (Organisasi Perangkat Daerah) ditetapkan oleh DPRD setempat. Kepala Bappeda Kabupaten Solok Taufik Effendi diruang kerjanya di Arosuka, Selasa (30/11) menyebutkan, pada Tahun 2010 jumlah DAK Kabupaten Solok sebesar Rp 50, 482 miliar. Dan untuk Tahun 2011 meningkat menjadi Rp 52,035 miliar. “ Dari nilai DAK tersebut dibagikan untuk 14 item kegiatan pembangunan. Yang terbesar tentu saja untuk pembiayaan kegiatan bidang pendidikan yang mencapai Rp 21,513 miliar, “ jelas Taufik Effendi. Lebih lanjut Taufik mengatakan, anggaran DAK Rp 21,513 M tersebut dipisahkan untuk penunjang kegiatan SD sebesar Rp 17,765 miliar sedangkan untuk SMP sebanyak Rp Rp 3,748 miliar. Sedangkan pembagian terbesar ke dua dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan sebesar Rp 10, 104 miliar dan kemudian untuk kegiatan pembangunan kesehatan dialokasikan sebanyak Rp 5,456. “ Untuk bidang kesehatan dibagi atas 3 program yakni pelayanan dasar sebanyak Rp 981 juta, pelayanan farmasi sebesar Rp 1,421 miliar dan pelayanan rujukan sebanyak Rp 3,060 miliar, “ rincinya. Selebihnya untuk penunjang pembangunan Pertanian dialokasikan sebanyak Rp 4,621 miliar, bidang perikanan sebanyak Rp 2,261 miliar, infrastruktur irigasi sebanyak Rp 1,178 miliar, lingkungan hidup Rp 1,3 miliar, program kehutanan sebanyak Rp 1,030 miliar, program perdagangan yang terdiri dari pasar, gudang dan metrologi sebanyak Rp 1,012 miliar. Mantan Asisten III Setwilda Kabupaten Solok itu menambahkan kegiatan lainyang dibiayai dengan DAK tahun 2011 adalah infrastruktur air minum sebesar Rp 698 juta, keluarga berencana sebanyak Rp 918,5 juta, sarana dan prasarana pedesaan sebesar Rp 925,9 juta, infrastruktur sanitasi sebanyak Rp 834 juta dan selanjutnya pembangunan keselamatan transportasi darat sebanyak Rp 171,7 juta. Selain menginformasikan jumlah DAK Tahun 2011 sebanyak Rp 52 milar lebih, Kepala Bappeda Kabupaten Solok juga menyebutkan nilai DAU (Dana Alokasi Umum) sebesar Rp 440 miliar, atau naik sebanyak Rp 10 miliar dari tahun 2010 yang berjumlah Rp 390 miliar. Sedangkan estimasi penerimaan bagi hasil disebutkan Taufik Effendi sebanyak Rp 12,5 miliar, serta target perolehan PAD (pendapatan Asli Daerah) tahun 2011 mencapai sebanyak Rp 22 miliyar. ‘ Dari besaran nilai nominal yang akan menggambarkan keuangan daerah pada APBD tahun 2011 nanti, tentunya kita berharap programpembangunan akan berjalan sukses. Terutama dilihat dari aspek perimbangan antar wilayah di kabupaten Solok, diharapkan nanti program percepatan pembangunan daerah tertinggal akan sebanding lurus dengan upaya penataan kepemerintahan yang baik, “ papar Taufik Effendi mengyudahi.